![]() |
| Kota Amuntai |
Gue kembali share cerita liburan fantastis gue selama di Amuntai. Asli, gak ada bosennya menyusuri tempat-tempat menarik yang ada di sini. Dengan berbekal jiwa penjelajah yang telah mendarah daging, gue bela-belain waktu liburan semester yang relatif singkat ini untuk keliling Amuntai, dari ujung ke ujung, hehe. Gue yakin, lu pasti semakin mupeng untuk berkunjung ke Amuntai. * Pe-De abis-abisan.
Oke, kali ini gue mau cerita mengenai daerah yang menjadi tempat lahir gue. Dengerin yak!
Amuntai itu ibukota Kabupaten Hulu Sungai Utara. Pada zaman Hindia Belanda, Amuntai dipakai sebagai nama kawedanan/Distrik Amuntai (Amoenthaij) dan juga pernah dipakai sebagai nama kabupatennya yaitu Kabupaten Amuntai. Kabupaten HSU punya 3 kecamatan, yakni :
- Amuntai Selatan dengan luas 174 km² dan jumlah populasi penduduk 26.545 jiwa
- Amuntai Tengah dengan luas 80,50 km² dan jumlah populasi penduduk 46.631 jiwa
- Amuntai Utara dengan luas 37 km² dan jumlah populasi penduduk 21.262 jiwa.
![]() |
| Tepi Jalan Raya Bundaran-Kebun Sari |
Di kecamatan Amuntai Tengah-lah pusat pemerintahan dan perdagangan kabupaten Hulu Sungai Utara yang ditandai dengan adanya kantor bupati, kantor-kantor dinas pemkab Hulu Sungai Utara, sentra perdagangan, dan sarana/prasarana lainnya. Sekarang, dengan kemajuan pembangunan, terutama di sektor ekonomi, Amuntai sudah berdiri berbagai pusat belanja dan hiburan keluarga, dahsyat kan?
Yuks, inilah aksi gue di kota Amuntai, masih ditemani my partner in crime, Lia Mumun. Lets cekidot!





