Tampilkan postingan dengan label Opini Kecambah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini Kecambah. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Februari 2011

Menipu dengan Cover dan Isi

Bismillahirrahmanirrahim...

"Dont judge me by the cover"
 but,
"I can't know you without it"



Orang tentu akan protes jika saya mengatakan bahwa People merupakan majalah otomotif, wong jelas-jelas cover-nya tidak ada sangkut pautnya dengan mobil dan teman-temannya kok. Ya, cukup bertolak pada cover, kita dengan mudah mengklasifikasikan jenis majalah  dengan sekali lihat, dalam waktu relatif singkat, tanpa harus membuka tiap halaman majalah tersebut. Simpulannya, cover is important for judging the magazine.


Ternyata hal di atas ada kaitannya dalam tabiat kita sehari-hari. Sadar atau tidak, sebagai manusia kita lebih condong dengan hal-hal yang berbau kongkret, yang nyata, yang bisa kita indera. Karakter alamiah yang dimiliki manusia ini membuat pola berpikir dan cara pandang kita lebih mudah diinduksi dengan fakta dan realita.

Berpikir dengan 'indera' membuat seseorang menjadikan penampilan segala-galanya. Berbagai cara dilakukan untuk memperoleh cover kinclong penuh pesona, demi sebuah pengakuan identitas. Sejalannya dengan itu, memprioritaskan tampilan menyebabkan seseorang mudah mem-judge suatu hal tanpa mau  memperhatikan 'isi' terlebih dahulu. Singkatnya, The Cover is Number One.

Yang menjadi pertanyaan sekarang, cukupkah dengan melihat cover?

Senin, 14 Februari 2011

Mencari Seorang Pemimpin

Bismillahirrahmanirrahim...

Di seluruh tingkat organisasi perlu pemimpin
Di suatu organisasi atau kelompok, entah itu strata atas seperti pemerintahan sampai paling rendah seperti keluarga, tentu tidak terlepas dari adanya pemimpin. Bahkan selevel kelompok bermain anakpun, mereka sudah mempunyai seorang yang 'diikuti' anak-anak lain. Semutpun tidak ketinggalan menunjuk satu dari temannya untuk bertugas mengatur jalannya barisan menuju tempat makanan Jelas sudah bahwa seorang pemimpin bersifat urgent dalam denyut kehidupan sebuah kelompok.


Pemimpin merupakan bagian dari kelompok yang dipercaya mengomando jalannya suatu organisasi. Dalam organisasi, kegiatan yang dilakukan mesti terorganisir, dan peran pemimpin adalah mengatur dan mengawasi jalannya program yang dicanangkan, sedangkan anggota berperan mengikuti komando dan melaksanakan evaluasi. Jadi, dalam organisasi yang sehat, kerjasama antara pemimpin dan yang dipimpin berjalan dengan sinkron, saling mengisi, dan harmonis.

Semut juga punya pemimpin untuk mencapai tujuannya

Apa jadinya jika tidak terbentuk jalinan harmonis antara pemimpin dan yang dipimpin? Tentu sebuah kerapuhan yang akan kita jumpai dalam biduk kelompok tersebut. Komando pemimpin takkan didengarkan, dan aspirasi yang dipimpin takkan dihiraukan. Semua bekerja masing-masing. Kediktatoran dan makar muncul menggerogoti organisasi. Kita tinggal menunggu kehancuran kelompok tersebut.

Kita tentu tidak ingin hal di atas terjadi. Oleh karena itu, ada beberapa langkah yang dapat kita pakai sebagai antisipasi hancurnya suatu organisasi.

duri bukan kekurangan, tp kekuatan
1. Open-minded

    Belajar untuk menerima dan membagi kekurangan. Kekurangan bukanlah hal yang harus ditutupi, justru kekurangan harus diekspos agar seluruh komponen kelompok bisa mengubah kekurangan menjadi kekuatan.
2. Evaluasi

    Rajin melakukan evaluasi bersama akan meningkatkan kualitas kerja. Kritik yang membangun merupakan kunci kesuksesan.

3. Kepercayaan

  Pemimpin perlu mengarahkan seluruh anggota agar sama-sama menumbuhkan saling percaya antar komponen organisasi menumbuhkan harmonisasi kinerja. Pembagian tugaspun akan dilaksanakan tepatguna.

4. Berbagi

    Saling melengkapi akan menciptakan suatu kelompok dengan kerja optimal. kekurangan satu akan ditutupi oleh kelebihan yang lain. Tidak ada pikiran untuk menjatuhkan kawan. Hal ini mesti dimotori oleh inisiatif pemimpin agar lebih mudah dikoordinasikan.
personel SM*SH saling kerjasama. Ada yg jago nyanyi, ada yg jago dance. Mereka bisa kompak karena mereka saling melengkapi dg porsi masing-masing

5.Koordinasi

   Pemimpin harus cerdas mengkoordinasikan komponen organisasi agar pergerakan berjalan sesuai ritme yang diharapkan.


Kompak seperti SM*SH
Demikianlah tugas dari seorang pemimpin. Kerja pemimpin takkan sukses tanpa dukungan dari seluruh anggota. Oleh karena itu kerjasama sangat penting menentukan kesuksesan organisasi, juga kesuksesan dalam memimpin.

Kamis, 30 Desember 2010

Harga Sebatang Pulpen

Bismillahirrahmanirrahim...

Suatu ketika, aku pernah agak sewot dengan sahabatku. Masalahnya cukup sepele, dia lupa mengembalikan pulpen yang dia pinjam dariku. Mungkin karena kecewa, aku tak mampu menyembunyikan muka sebelku yang jelek kepadanya (maafkan aku, sobat). Setelah melakukan investigasi dengannya, memperjelas semuanya, akhirnya aku tahu bahwa sahabatku itu tanpa sengaja meminjamkan pulpen saya kepada orang lain, dan akhirnya lupa mengembalikan kepadaku. Aku maklum, sahabatku tentu tidak sengaja melakukan hal itu. Now, everything is clear, yeaahh.

Ya, di sini aku tidak bermaksud menghakimi sahabatku. Aku dan sahabatku sama-sama sudah menyadari kekhilafan masing-masing. Kamipun sudah saling memaafkan. Hal seperti itu bukan perkara besar  untuk dipersoalkan. Aku hanya ingin berbagi  pikiran yang menari-mari kepalaku saat kejadian tersebut. Sebuah pemikiran sederhana, yang terkadang kita abaikan, tentang harga sebatang pulpen. Ekstrem? Aneh? atau Norak? Terserah apa pendapatmu. 

Sejak kejadian tersebut, aku tergerak untuk memikirkan harga sebatang pulpen. Pulpen, berapa sih harganya? Tidak sampai Rp 5.000 harga yang dijual di toko alat tulis. Tidak sampai membuatmu mati berdiri saking syoknya karena kehilangannya. Intinya, pulpen itu BUKAN BARANG MAHAL. Namun, bukan berarti tidak BERHARGA, bukan?

Terkadang, benda selevel pulpen kita anggap barang biasa, tidak perlu diperhatikan, tidak perlu perawat, tidak perlu dijaga. Mengambil pulpen tak bertuan tanpa kita sadari hal yang wajar bagi kita. Tidak mengembalikan pulpen teman menjadi kebiasaan kita, khususnya bagi orang-orang yang  tidak suka membeli pulpen sepertiku. Memakai pulpen teman tanpa izin pun bukan hal ganjil lagi bagi kita. Bahkan saat kita merusak pulpen yang kita pinjam, bahkan menghilangkannya, kita terlanjur tenang-tenang saja. Benarkah, kepemilikan pulpen itu tidak dihargai?

Pulpen memang bukan barang mahal, sehingga sampai sekarang aku belum pernah mendengar seseorang harus berurusan dengan pihak kepolisian karena kehilangan pulpen. Namun, kita tidak boleh lupa, semurah apapun harga suatu barang, di dalamnya terdapat hak dan kewajiban. Begitupun dengan pulpen, kita berkewajiban menjaga pulpen yang kita pinjam, dan kita juga berhak menuntut atas kerusakan pulpen yang kita miliki.

Jangan karena harga yang murah, kita mengabaikan harga kepemilikan sebuah pulpen. Kita tidak berdosa jika menuntut hak kepemilikan kita terhadap sebatang pulpen. Justru kita berdosa saat mengabaikan kewajiban kita menjaga pulpen milik orang lain yang kita pinjam. Dalam Islam, hak kepemilikan sangat dijunjung tinggi, tanpa melihat nominal harga barang tersebut. Harga kepemilikan sebuah pulpen setara dengan harga kepemilikan sebuah BMW, luar biasa, bukan?

Ingat,
Barang boleh murah, tapi di sana terdapat hak kepemilikan yang patut kita perjuangkan.
Barang boleh emperan, tapi di sana terdapat kewajiban yang wajib kita laksanakan.
Kepemilikan lebih mahal dari segepok harga.


Rabu, 15 Desember 2010

Never Give Up: Stand Up For Love

Lagu ini...
Menjadi lagu latar perjalanan Seorang Kecambah menjadi Sesosok Pohon Kapas, 
Menjadi melodi pengiring transformasi dari no one menjadi someone. 

Lagu ini...
mampu menginspirasi,
saat teguran, peringatan, ujian, cobaan, yang mencoba menggoncang, menekan, menghimpit diri.

Lagu ini...
mampu mengingatmu tentang sesuatu,
bahwasanya semua itu merupakan tiupan angin kehidupan yang sesungguhnya diciptakan Allah SWT,
untuk mendidik Kecambah untuk terus hidup, tumbuh dan berkembang kuat,
dengan kekuatan cinta dan cita, karena mengharap cinta-Nya, cinta Allah SWT.

Stand up for life
Stand up for love

DESTINY'S CHILD


"Stand Up For Love"

There are times I find it hard to sleep at night
We are living through such troubled times
And every child that reaches out for someone to hold
For one moment they become my own

And how can I pretend that I don’t know what’s going on?
When every second of every minute another soul is gone

And I believe that in my life I will see
An end to hopelessness
Of giving up
Of suffering

Then we all stand together this one time
Then no one will get left behind
And stand up for life
Stand up and hear me sing
Stand up for love

I'm inspired and hopeful each and everyday
That's how I know that things are gonna change

So how can I pretend that I don’t know what’s going on?
When every second of every minute
Another soul is gone

And I believe that in my life I will see
An end to hopelessness
Of giving up
Of suffering

If we all stand together this one time
Then no one will get left behind
Stand up for life
Stand up for love

And it all starts right here
And it starts right now
One person stand up
And the rest will follow
For all the forgotten
For all the unloved
I'm gonna sing this song

And I believe that in my life I will see
An end to hopelessness
Of giving up
Of suffering

If we all stand together this one time
Then no one will get left behind
Stand up for life
Stand up and sing
Stand up for love
For love
For love



Rabu, 08 Desember 2010

Akupun Bisa Jatuh Cinta

Dont be shy saying You Can Fall in Love

”Orang kayak kamu tuh bisa jatuh cinta, gak?”
”Gila!” Brakk.

Sebuah bogem mentah mendarat ke muka si penanya. Si penanya koma, langsung dilarikan ke IGD dengan kondisi mengenaskan.

(suasana heboh, kalian saling pandang. Ini artikel atau cerpen action sih?)
Bisakah kau jatuh cinta? Bagi sebagian orang, pertanyaan ini mampu membunuh karakternya. Bagaimana tidak, saat menjawab ’bisa’, pamormu sebagai orang cool bisa turun drastis. Saat menjawab ’enggak’, siap-siap dicap pembohong kelas kakap. Jawab apapun jadi serba salah. Bukan begitu?

Saat kaujawab bisa jatuh cinta, si penanya biasanya akan melanjutkan pertanyaan yang lebih ’mengusik’. Hah, bisa? Suka sama siapa? Maka berlanjutlah pertanyaan lain yang berusaha mengorek-ngorek rahasia pribadimu. Di akhir pembicaraan si penanya biasanya berkata kurang lebih begini, ”Ooh, ternyata kamu bisa jatuh cinta juga, ya? Gak nyangka deh, orang kayak kamu juga bisa suka sama orang.” What a pity i am, emang aku apaan, huh! Bagaimana gak dongkol tuh?

Saat kau jawab enggak bisa jatuh cinta, semua orang pasti bakal protes. Bohong banget tuh! Munafik loe! Kau pengen nipu kami? Jangan-jangan kamu bukan manusia, atau kamu homo ya(hah?). Begitulah, sederet komentar dan tuduhan tak berdasar mengalir bak air di pancuran untukmu. Kalau yang mengalir air sih enak, adem kepala. Tapi kalau yang mengalir cercaan, wah, rasanya eneg, bisa mendidih fontanela nih (ubun-ubun:red).

Jatuh Cinta berjuta maknanya 
Selama ini, stigma yang kita ciptakan untuk ungkapan ’jatuh cinta’ selalu dihubungkan dengan rasa tertarik antarlawan jenis, dihubungkan dengan psikologis manusia yang terkait kematangan seksual, dihubungkan dengan adanya hasrat ingin memiliki, dan parahnya adik-adik kita yang mengaku ABG kompak menghubungkan jatuh cinta dengan pacaran. Benarkah demikian?



Definisi jatuh cinta itu luas banget, Bo. Tidak sesempit dan sedangkal yang kita pikirkan selama ini. Kita mengotaki jatuh cinta khusus untuk perasaan suka lawan jenis. Jatuh cinta itu sendiri berarti kita menaruh suatu perhatian (interest) yang lebih dibanding yang lain, atau kita menaruh minat yang besar dibanding hal lain, yang didasari alasan yang kuat. So, jatuh cinta tidak melulu menaruh rasa dengan lawan jenis. Banyak kok jatuh cinta yang ’lain’, contohnya: karena daya pikatnya yang luar biasa, kita jatuh cinta dengan sebuah novel Islami; karena kemampuannya menjawab keingintahuan kita, kita jatuh cinta dengan William Obsgyn textbook (hedeh); karena keindahan warnanya, kita jatuh cinta dengan Anturium. Apapun yang membuat kita jatuh cinta, pasti ada alasan kuat yang mendasarinya.

Katakan: Aku juga Jatuh Cinta

Setelah kau tahu bahwa jatuh cinta itu sifatnya unversal, seharusnya tak ada lagi keraguan menjawab saat ada yang bertanya bisa kah kau jatuh cinta. Katakan dengan lantang, ”Ya, saya B.I.S.A. jatuh cinta”, iya, kau harus ngomong demikian wong kau juga punya panca indera, punya nafsu, punya akal, dan punya hati, otomatis kau bisa mencintai, bukan?

Bagaimana jika kita jatuh cinta kepada Allah SWT? Subhanallah, sungguh luar biasa jika perasaan itu muncul di hati kita. Jika sudah jatuh cinta kepada-Nya, maka kita akan berupaya membuat-Nya senang terhadap kita, sehingga segala perintah-Nya akan begitu ringan kita laksanakan, segala larangan-Nya. Jatuh cinta yang demikian tentu bikin bahagia dan bangga bagi ’yang merasakannya’ karena hal ini merupakan sebuah kesempurnaan iman. Jatuh cinta yang seperti ini perlu kita tumbuh dan kembangkan.

Jadi, kecambah sendiri bisa jatuh cinta juga, gak? (sambil memicingkan mata kepadaku, yang lain terlihat bisik-bisik heboh sambil senyum-senyum jijay)

Haha, ya iya lah. Nih gue lagi jatuh cinta sama blog gue.

Hedehhhhhhh
(penonton kecewa)