Sabtu, 12 Februari 2011

Candi Agung, Kerajaan yang Tertimbun

Bismillahirrahmanirrahim...

 Duo Gokil, Lia and Kecambah





Kali ini gue jalan-jalan ke salah satu situs purbakala terkenal di Amuntai, yakni Candi Agung. Gue exicited banget saat sepupu sekaligus my partner in crime, Lia Mumun, ngajak gue ke sana. Secara, gue suka banget sama hal-hal yang berbau kuno dan tua, serta antik plus agak mistik yang bikin merinding disco. Objek wisata yang terletak di daerah Sungai Malang-Paliwara-Bayur ini merupakan satu dari sekian tempat wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Selain tempatnya yang cantik dan bernilai sejarah, candi Agung ternyata menyimpan misteri, hmm. (kok, bulu kuduk gue berdiri yak?)

You Know Candi Agung?

"Lu baru pernah dengar Candi Agung di Amuntai?"

Gue akui, candi Agung Amuntai emang belum setenar candi Borobudur di jawa tengah. But, im sure if Borneo society know it well. Candi ini merupakan salah satu peninggalan dari kerajaan Banjar yang dulu jaya.

Pernah dengar nagara dipha? pangeran surianata? putri junjung buih? Nah, candi ini ada kaitannya lho. Dulu, candi ini menjadi satu dari pusat kerajaan, selain di Banjarmasin. Bahkan, candi Agung juga menjadi tempat peristirahatan favorit Raja Banjar. Konon, di sinilah Pangeran Surianata ketemu pertama kali sama Putri Junjung Buih, prikitiew.


Candi Agung Amuntai

Masuk ke Candi Agung kudu bayar dulu, dewasa Rp 2.000,- anak-anak Rp 1.000,-. karena kami remaja (hehe), maka kami bayar Rp 4.000,- . Padahal nih, kita bisa aja dapat GRATIS,  but,

"Buat Neng berdua yang bungas, bolehai gratis. Asal minta no.hp-nya, ya."  Rayu Mas-mas penjaga loket masuk sambil mesam-mesem bad looking.
"What? Shut your mouth up!"

Hiy, daripada terjadi yang gak-gak, gue dan Lia buru-buru bayar. Lupakan GRATIS. Saking buru-burunya, hampir kita lupa ngambil uang kembaliannya, ahaha, kasian. PERINGATAN: buat lu yang cantik, harap jaga diri. Kalau bisa, jangan datang ke tempat wisata manapun sendirian. Jgn mudah tergiur yg gratisan. WASPADALAH! *gaya Bang Napi.

Halaman Depan Kawasan Candi Agung
Akhirnya kami berhasil masuk. Did you know? Meskipun siang bolong di hari Rabu, candi Agung cukup ramai dikunjungi orang lho.Wow!

Taaraa, kamipun telah memasuki kawasan Candi Agung.

#1. Exotic heritage, Agung Palace in Amuntai

Bangunan candi Agung yang ada tidak seutuhnya seperti pada zaman kerajaan banjar. kondisi alam dan sebagainya hanya menyisakan puing-puing candinya saja. Oleh pemerintah kab. Hulu Sungai Utara, candi tersebut dipugar, hasilnya tampak seperti di foto bawah ini.

 In Agung Palace


Demi menjaga kedamaian lingkungan candi, maka gue berfose seformal mungkin. Nih, gue lagi duduk asyik di anak tangga candi. di sana suasananya tenang banget. Gue kayak Jang Geum di Jewel in The Palace yak, hehe. Sebenarnya gue lagi gugup tuh, abiiiss, dipelototi bocah-bocah di sana, ahaha.

Candi Agung mampu menghadirkan pemandangan yang cantik dan alami. Tampak candi di kelilingi danau dan pepohonan.

Agung Palace on dark lake

Ini foto hasil jepretan gue. Dengan angle yang bagus (menurut gue), fotonya benar-benar menampilkan keindahan Candi Agung.

"Dan juga kecantikan daku." ungkap Lia tersipu-sipu. (narsisnya mulai kambuh)
*gubrakk.

#2. Pertapaan Pangeran Surianata

Di sini, selain bisa liat batu yang konon dijadikan tempat duduk Raja bertapa. Pengunjungpun bisa melihat nasibnya. Ya, kebanyakan pengunjung datang ke sana karena punya hajat. Misalnya, pengen dapat jodoh, naik pangkat, dsb.

Di pertapaan ini, disediakan semacam batang lidi, nanti si pengunjung yg punya hajat akan mengukur batang tersebut pakai telapak tangan (meng-kilan), trus pengunjung tersebut membaca mantra khusus dibimbing penjaga pertapaan di sana, selesai doa pengunjung tersebut meng-kilan lagi. Nah, kalau ukurannya tambah panjang dari semula, artinya hajat orang itu sebentar lagi kabul, kalau gak artinya anda belum beruntung, hehe.
Depan tempat pertapaan Pangeran Surianata
Gue  gak ikutan yg begituan. Takut syirik. Gue cuma foto-foto doang. Nih gue depan petapaan. Aduh diliatin orang lagi!* supan surangan (malu sendiri)

#3. Museum Candi Agung, Banyak Mistiknya lho!

Lanjut berjalan ke Museum Candi Agung. Museum yang masih dalam komplek Candi Agung ini terletak di bagian depan pintu masuk ke Candi Agung. Bangunannya mengusung rumah adat banjar.

Depan Museum Candi Agung

Kami memutuskan masuk ke dalam. di dalam museum, kami bisa menjumpai berbagai artefak peninggalan kerajaan banjar di Amuntai, mulai dari logam kuningan sampai emas, wuih. Ada lho yang seperti kapal-kapalan lucu.

Artefak Kapal-kapalan
Selain itu ada juga silsilah keluarga kerajaan. Panjang banget. Iseng kita baca, kali aja nama kita terpampang sebagai turunan yang ke-berapa, hehe. Unfortunately, tidak ditemukan nama kami di sana, aahh.
Di sebelah timur, ada sebuah singgasana yang disebut kelambu kuning. Di tempat yang serba kuning ini, katanya selalu diidatangi sama Putri Junjung Buih. Kita orang awam gak bisa ngeliat, duuhh bikin parno aja nih. 

Kelambu Kuning
Heran, Lia yang penakut mendadak ngotot pengen foto di situ, maklum, doi pengen banget kayak Bangsawan Banjar, haha. Makanya, sebelum foto, kita nanya dulu sama penjaga museum apakah kita boleh foto di situ, dan ternyata dibolehin kok. Oia, coba perhatikan tulisan di belakang Lia. "BICARA SEPERLUNYA", gue jadi  bertanya-tanya, maksud tulisan itu apa? 

"Nyindir lu kali." Celetuk Lia
"Ya ai pang pinanya." 

Hei, look! Ada seperangkat gamelan di ujung sana. Gue dan Lia langsung capcus menyambangi alat tradisional tersebut. Sayang, gue gak tahu nama-namanya. Bah, yang penting foto dulu, 1...2...3... klik!

Alat Musik Tradisional Banjar
Kata penjaga disana, alat musik ini dimainkan jika ada pertunjukkan tarian tradisional, atau ada ceremony kebudayaan. Eh, alat musik ini dikasih bunga lho, katanya demi menghormati penunggu alat musik itu, hmm.

Gamelan Khas Banjar

Liat nih, gue main gamelan nih ceritanya, yuk dengerin, neng nong dung tong, hehe. ketahuan banget boongnya.


#4. Panorama Kawasan Candi Agung, Pretty Looking


Akhirnya kami keluar dari Museum. Iih, padahal gue masih pengen liat-liat di sana, but gue gak tega ngeliat Lia, mukanya pucat biru-biru, ahaha. Lia kan antihoror gitu.

Ternyata ada yang lebih horor lagi, nih ada Telaga Darah, wow! Penasaran kaya apa Telaga Darah, makanya datang ke Candi Agung Amuntai. Lagi-lagi, Lia pasang muka pemberani di foto, padahal... *Lia ngejar gue pakai golok, hiy takut.
Telaga Darah, Angker tapi Bikin Penasaran
Suasana di sana adem banget, kiri-kanan dipenuhi pepohonan nan hijau. Pemandangannya asri. Angin semilir bertiup lembut. Kalau minum, es kelapa pasti makin seerrrr, hehe. Wah, suasana seperti di sini bikin kita gampang banget dapat inspirasi, mulai dari puisi, cerpen, bait lagu ampe judul KTI, trust me.
Siang yang cerah
Trus nih, ada jembatan yang full colour, unik banget. Jalannya kelok-kelok kayak ular. dengan jembatan ini, gue dan Lia bisa menikmati kawasan candi dari ujung ke ujung. Pokoknya puas deeh.

Lovely Purple, Action!!

Mau liat yang indah? Yuks duduk-duduk depan danau hitam Candi Agung. Airnya  emang hitam, but dijamin gak ada sampah, pokoknya so clean. Di bawah rindangnya pohon, dikelilingi aneka bunga Kana warna-warni, ditemani semilir angin syahdu, benar-benar jadi tempat yang sweet dan romantis. Olala...

Danau di Candi Agung, so romantic

Wuih, ada pohon rindang disana. Ayo kita samperin. Mulai lah gue dan Lia foto-foto dengan berbagai pose. Nih hasilnya.


I heart you, wkwkwk


Kenapa judul fotonya I Heart You, karena waktu itu gue tiba-tiba kepikiran SM*SH ,
You know me so well,
girl I need you, 
girl i love you, 
girl i heart you. 

Wah, gimana kalau SM*SH syuting video klip di Taman Candi Agung? suasananya mendukung lho. Gue bersedia kok jd model klipnya! hehe.


Lia gak mau kalah. Liat aksinya, kayak Suzanna malam-malam Jumat Kliwon, yak, wkwkwk. *Piss, sepupu.

Bukan Kuntilanak

Gimana? Bikin cenat-cenut? Bikin Mupeng? Atau ....
up to you, guys!
 
Kalau lu jalan-jalan ke Amuntai jangan lupa mampir di objek wisata kebanggaan Amuntai, Candi Agung, ya. Jaraknya dari pusat kota Amuntai cuma 2 km lho, gak nyampe 10 menit lu bisa menemukan keajaiban warisan budaya Banjar di Amuntai.

Gue TANTANG LU!
See you!!

4 komentar:

  1. assalamu'alaykum,,
    waa,,keren! qt kudu tw budaya Indonesia,, apalagi daerah asal qt!! =)

    BalasHapus
  2. Alaikumussalam wr.wb.

    Aaw, pujian Ega bikin hatiku cenat-cenut, ahaha.

    Ayo, main ke Amuntai. Ntar Q ajak berpetualang.

    BalasHapus
  3. makasih udah buat catatan tentang kampung halaman saya

    BalasHapus
  4. @Habibi : Sama-sama. Semoga bisa memperkenalkan Amuntai dengan segala potensinya..

    BalasHapus